JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto secara khusus memanggil jajaran pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam ke Jakarta untuk membahas percepatan transformasi kawasan tersebut. Dalam pertemuan strategis itu, Presiden Prabowo menginstruksikan agar Batam segera dioptimalkan sebagai gerbang maritim utama sekaligus motor penggerak investasi skala global demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
Hadir langsung dalam pertemuan tersebut Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala Li Claudia Chandra, Anggota/Deputi Investasi Fary Djemy Francis, serta Anggota/Deputi Infrastruktur Mouris Limanto. Presiden menegaskan bahwa Batam harus menjadi model percontohan nasional dalam hal hilirisasi, industrialisasi, deregulasi, hingga efisiensi logistik.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala BP Batam Amsakar Achmad memaparkan bahwa reformasi regulasi yang telah berjalan membawa dampak positif signifikan. Ia menjelaskan, setelah adanya penguatan regulasi melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025 serta kebijakan pengembangan kawasan, proses pelayanan investasi di Batam kini jauh lebih cepat.
“Pelayanan investasi menjadi lebih cepat dan memberikan kepastian yang semakin baik bagi investor,” ujar Amsakar dalam laporannya kepada Presiden.
Amsakar menambahkan bahwa BP Batam menetapkan target besar untuk masa depan kawasan perdagangan bebas tersebut. Sesuai dengan instruksi Kepala Negara, pihaknya berkomitmen untuk terus berbenah di berbagai sektor pelayanan.
“Melalui berbagai reformasi tersebut, BP Batam menargetkan Batam menjadi kawasan yang lebih produktif, tertata, dan kompetitif, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat investasi, industri, dan perdagangan yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” kata Amsakar.
Langkah percepatan ini sejalan dengan tren positif performa ekonomi Batam. Realisasi investasi di Batam pada triwulan I tahun 2026 mencatatkan lonjakan drastis sebesar 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Aliran modal asing dan domestik kini semakin berfokus pada industri bernilai tambah tinggi, seperti manufaktur mesin, elektronika, pusat data (data center), sektor energi, dan kawasan industri modern.
Guna memastikan lompatan ekonomi ini berjalan tanpa hambatan, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk melakukan intervensi kebijakan lintas sektor. Pemerintah pusat akan mengoordinasikan langkah-langkah nyata yang melibatkan kementerian dan lembaga negara demi menyelesaikan isu strategis, mulai dari harmonisasi regulasi hingga pembangunan Pelabuhan Internasional Batam sebagai simpul logistik dunia.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment