Gardupedia.com — Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menghidupkan kembali fungsi komersial penuh pada Bandara Husein Sastranegara (Bandung) dan Bandara Adisutjipto (Yogyakarta) mendapatkan respons yang sangat positif dari pemerintah daerah setempat. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memulihkan perekonomian wilayah melalui penguatan sektor pariwisata dan transportasi udara.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa arahan tersebut diturunkan oleh Kepala Negara setelah melakukan kunjungan kerja ke Kota Kembang. Dalam instruksinya, Presiden menghendaki agar proses reaktivasi kedua lapangan terbang bersejarah tersebut dilakukan secara serentak.
Farhan menjelaskan, selama beberapa waktu terakhir, Bandara Husein Sastranegara sebenarnya tidak sepenuhnya ditutup. Hanya saja, operasionalnya dibatasi secara ketat, di mana bandara tersebut cuma diperbolehkan melayani penerbangan berjadwal untuk pesawat bermesin baling-baling (propeller) dengan rute pendek antarkota di Pulau Jawa, sementara pesawat jet dialihkan.
“Kami sangat menyambut baik instruksi dari Bapak Presiden. Reaktivasi ini adalah angin segar yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat dan pelaku industri kreatif di Kota Bandung. Bandara Husein Sastranegara memiliki nilai historis dan konektivitas yang sangat tinggi bagi wisatawan,” ujar Muhammad Farhan saat memberikan keterangan kepada media.
Dengan adanya lampu hijau untuk mengaktifkan kembali fungsi komersial yang lebih luas, Farhan merasa sangat optimistis roda ekonomi Kota Bandung akan kembali berputar cepat. Ia merujuk pada performa impresif bandara ini di masa lalu. Sebagai catatan, pada tahun 2019 sebelum operasionalnya dipindahkan, Bandara Husein sukses melayani sekitar 3,8 juta penumpang per tahun, yang terbagi atas 3 juta penumpang domestik dan 800 ribu wisatawan mancanegara.
“Dengan dibukanya kembali akses penerbangan komersial secara penuh, kami optimistis target kunjungan wisatawan ke Kota Bandung akan melonjak tajam. Dampak ekonominya akan langsung dirasakan oleh sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM yang menjadi pilar ekonomi kota ini,” tambah Farhan.
Sebagai bentuk kesiapan daerah, Pemerintah Kota Bandung kini tengah memprioritaskan pembenahan infrastruktur pendukung, terutama akses jalan dari dan menuju ke bandara. Fokus utamanya adalah memperbaiki jalur keluar-masuk di kawasan bandara, termasuk membuka akses dari arah Gerbang Tol Pasteur yang melintasi area PT Dirgantara Indonesia (PTDI) serta kompleks TNI AU. Selain itu, rampungnya proyek Jalan Layang Nurtanio diharapkan bisa menjadi solusi jitu dalam mengurai kemacetan dan melancarkan arus kendaraan dari sisi barat maupun timur kota menuju bandara.
Sementara itu, menanggapi nasib Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang sebelumnya menjadi pusat pengalihan penerbangan sipil, Farhan menegaskan bahwa persoalan tersebut sepenuhnya berada di bawah wewenang pemerintah pusat.
“Terkait regulasi dan pembagian rute dengan Bandara Kertajati, hal itu sepenuhnya merupakan domain dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Tugas kami di tingkat daerah adalah memastikan seluruh infrastruktur penunjang di Bandung siap menyambut kembali kedatangan para wisatawan dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment