Gardupedia.com – Menanggapi kondisi pasar modal yang dinamis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah dan Self-Regulatory Organizations (SRO) resmi menginisiasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Integritas Pasar Modal. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar transformasi pasar keuangan di Indonesia.
Friderica Widyasari Dewi, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, menjelaskan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 bahwa fokus utama Satgas ini adalah meningkatkan transparansi dan integritas pasar. Tujuannya jelas: mengembalikan dan memperkuat kepercayaan investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
OJK akan meningkatkan standar jumlah saham yang beredar di publik dari minimal 7,5% menjadi 15%. Aturan ini akan langsung berlaku bagi perusahaan yang akan melakukan IPO, sementara perusahaan yang sudah melantai di bursa akan diberikan waktu untuk menyesuaikan secara bertahap melalui berbagai aksi korporasi seperti rights issue atau program saham karyawan (ESOP/EMSOP).
Untuk meningkatkan kredibilitas, OJK mewajibkan pengungkapan data pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dan hubungan afiliasi pemegang saham. Selain itu, data kepemilikan saham akan diklasifikasikan secara lebih mendalam oleh KSEI untuk kemudian dipublikasikan secara transparan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).
Reformasi ini mencakup langkah besar seperti proses demutualisasi BEI sesuai mandat undang-undang. OJK juga berkomitmen memperketat sanksi atas pelanggaran hukum di pasar modal serta mewajibkan sertifikasi khusus bagi penyusun laporan keuangan emiten guna menjamin kualitas data finansial.
OJK akan berkolaborasi erat dengan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia untuk memperdalam pasar keuangan secara terintegrasi, termasuk memperluas basis investor institusi domestik seperti dana pensiun dan asuransi melalui penyesuaian batasan investasi.
Dengan mengadopsi standar praktik terbaik dunia (global best practices), reformasi ini diharapkan mampu memenuhi kriteria para penyedia indeks global, sehingga pasar modal Indonesia tetap kompetitif dan kredibel di mata dunia.


Comment