Berita Ekonomi

Strategi Sandiaga Uno untuk Mendorong Rupiah Kembali Menguat ke Rp 15.000 per Dollar AS

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Cara rupiah menguat.(canva.com)

Gardupedia.com — Pengamat ekonomi sekaligus pengusaha nasional, Sandiaga Uno, membeberkan sejumlah langkah taktis yang dapat diambil pemerintah untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Ia optimistis, lewat ekosistem kebijakan yang tepat, mata uang Garuda mampu ditekan kembali hingga ke level Rp 15.000 per dollar AS.

Menurut Sandiaga, tantangan melemahnya rupiah saat ini tidak lepas dari tekanan faktor geopolitik dan ekonomi global. Kendati demikian, Indonesia dinilai memiliki pondasi domestik yang kuat untuk membalikkan keadaan.

“Kita tidak bisa mengontrol kebijakan bank sentral AS atau dinamika geopolitik global, tetapi kita punya kendali penuh atas sektor domestik kita. Kuncinya ada pada penguatan cadangan devisa dari sektor riil,” ujar Sandiaga saat ditemui di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Sandiaga menekankan bahwa sektor pariwisata harus fokus mendatangkan wisatawan mancanegara yang berkomitmen tinggi, bukan sekadar kuantitas.

“Pariwisata harus diarahkan pada quality tourism. Kita butuh wisatawan yang tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak di dalam negeri. Devisa dari sektor ini masuk secara langsung dan dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, sekaligus menjadi penopang organik bagi rupiah,” jelasnya.

Puluhan Ribu Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba Kembali di Tanah Air

Langkah kedua yang disoroti adalah optimalisasi penyimpanan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di perbankan dalam negeri. Ia menilai insentif bagi para eksportir perlu dibuat lebih kompetitif.

“Pemerintah perlu memberikan karpet merah dan stimulus yang menarik agar para eksportir kita betah memarkir dollar mereka di dalam negeri. Kalau likuiditas dollar AS di pasar domestik melimpah, otomatis tekanan terhadap rupiah akan mereda,” tutur mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut.

Sandiaga juga mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu bergantung pada investasi portofolio (hot money) di pasar saham atau obligasi yang rentan keluar sewaktu-waktu (capital outflow).

“Fokus kita harus pada Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi langsung ke sektor riil, seperti hilirisasi komoditas dan proyek energi hijau. Investasi jenis ini sifatnya jangka panjang dan mengunci modal tetap berada di Indonesia,” tambahnya.

Terakhir, ia mengajak seluruh lini industri dan masyarakat untuk menekan belanja barang luar negeri yang menguras cadangan devisa.

Kasus Dugaan Pemerasan Mantan Kajari Kupang Resmi Ditangani Kejaksaan Agung

“Kurangi ketergantungan pada komponen impor. Industri nasional harus naik kelas agar bisa menyuplai kebutuhan dalam negeri. Semakin kita mencintai dan menggunakan produk lokal, semakin kuat pula tameng mata uang kita,” tegas Sandiaga.

Di akhir penjelasannya, Sandiaga menyatakan bahwa target membawa rupiah kembali ke zona Rp 15.000 per dollar AS sangat realistis jika Bank Indonesia dan pemerintah pusat dapat terus berjalan beriringan.

“Jika bauran kebijakan moneter dan fiskal kita berjalan harmonis dengan eksekusi di sektor riil, saya yakin target Rp 15.000 per dollar AS itu bukan sekadar angka di atas kertas, tapi target yang sangat bisa kita capai dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Marc Marquez Amankan Pole Position di Kualifikasi MotoGP Hungaria 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *