Berita Internasional olahraga

Wajah Baru Piala Dunia 2026: Apa Saja yang Beda dari Edisi 2022?

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Gardupedia.com – Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 membawa babak baru dalam sejarah sepak bola global. Berbeda dengan edisi terdahulu di Qatar pada tahun 2022, turnamen kali ini menerapkan sejumlah perombakan masif, mulai dari sistem kompetisi, regulasi babak grup, hingga total pertandingan yang dimainkan.

Berikut adalah rincian perbedaan mendasar antara Piala Dunia 2026 dan Piala Dunia 2022:

1. Lonjakan Jumlah Negara Peserta

Perubahan paling mencolok terletak pada kuota kontestan. Jika Piala Dunia 2022 Qatar menjadi edisi terakhir yang diikuti oleh 32 negara, Piala Dunia 2026 mencetak sejarah baru dengan memperluas kepesertaan menjadi 48 tim. Langkah ekspansi ini diambil FIFA guna memberikan kesempatan lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung tertinggi.

2. Tuan Rumah Bersama di Tiga Negara

Piala Dunia 2022 berpusat di satu negara, yakni Qatar, dengan jarak antar-stadion yang relatif dekat. Sebaliknya, Piala Dunia 2026 akan tersebar di wilayah Amerika Utara dan diselenggarakan bersama oleh tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kendala logistik dan perjalanan antarkota akan menjadi tantangan tersendiri bagi tim-tim peserta kali ini.

3. Format Baru Babak Penyisihan Grup

Pada edisi 2022, 32 tim dibagi merata ke dalam 8 grup yang masing-masing berisi 4 tim. Dua tim teratas langsung melaju ke babak 16 besar.

Rekor yang Berpotensi Dipecahkan Lionel Messi pada Piala Dunia 2026

Untuk edisi 2026, dengan total 48 tim, FIFA sempat mempertimbangkan format grup berisi 3 tim, namun akhirnya memutuskan untuk membaginya ke dalam 12 grup yang masing-masing dihuni oleh 4 tim.

4. Munculnya Babak 32 Besar (Fase Gugur Baru)

Karena jumlah grup bertambah menjadi 12, sistem kelayakan menuju fase gugur pun mengalami penyesuaian. Tim yang berhak lolos ke babak selanjutnya bukan lagi hanya juara dan runner-up grup (total 24 tim), melainkan ditambah dengan 8 tim peringkat ketiga terbaik.

Konsekuensinya, fase gugur tidak langsung dimulai dari babak 16 besar seperti di Qatar, melainkan diawali dari babak 32 besar (Round of 32).

5. Ledakan Jumlah Pertandingan

Bertambahnya kontestan dan diperkenalkannya babak 32 besar otomatis membuat durasi dan jumlah laga membengkak. Pada Piala Dunia 2022, turnamen selesai dalam 64 pertandingan. Sementara itu, Piala Dunia 2026 akan menyajikan total 104 pertandingan, yang berarti ada tambahan 40 laga ekstra bagi para pencinta sepak bola.

6. Beban Pertandingan untuk Tim Finalis

Di Qatar 2022, negara yang berhasil menembus babak final atau perebutan tempat ketiga secara keseluruhan memainkan 7 pertandingan. Pada format baru 2026, tim yang sukses melangkah hingga partai puncak harus melewati perjalanan yang lebih panjang dan menguras fisik, yakni sebanyak 8 pertandingan.

UU Polri Main Ketok Palu Kilat, Mahfud MD: Di Mana Partisipasi Publik?

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *