Berita Regional

Gempa M 5,1 Guncang Banggai Sulteng, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Titik gempa bumi di Pulau Puah, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Senin (21/9/2026).(DOK, BMKG)

Gardupedia.com — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Pulau Puah, Pantai Utara Banggai, Sulawesi Tengah, pada Senin (21/9/2026) pukul 15.31 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan guncangan tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Hasil analisis BMKG menunjukkan parameter gempa yang semula tercatat berkekuatan M 5,3 dimutakhirkan menjadi M 5,1. Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip).

Guncangan dirasakan cukup kuat oleh warga di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai. Getaran tersebut membuat sebagian besar penduduk merasakannya, beberapa warga terbangun dari tidur, serta benda-benda di dalam rumah bergoyang dan berisiko jatuh. Selain di wilayah Sulawesi Tengah, dampak getaran juga dilaporkan terasa hingga ke Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu sekaligus Koordinator UPT BMKG Provinsi Sulawesi Tengah, Djati Cipto Kuncoro, mengonfirmasi bahwa fenomena ini murni akibat aktivitas tektonik di wilayah yang tergolong rawan bencana.

“Gempa yang baru saja terjadi ini merupakan aktivitas tektonik. Kita juga harus memahami bahwa kita tinggal di wilayah yang memang rawan gempa,” ujar Djati dalam keterangannya pada Senin (21/9/2026).

Golkar Tegaskan Syarat Pencalonan Presiden Tetap Krusial Pascaputusan MK

Hingga pukul 15.50 WITA, hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya satu kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 4,1.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan. Masyarakat di kawasan pesisir turut disarankan untuk selalu mengenali jalur evakuasi mandiri guna mengantisipasi situasi darurat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *