Uncategorized

Mengenal Tradisi Tea Pai dalam Pernikahan Tionghoa, Dulu Dilakukan Roger Danuarta dan Dion Wiyoko

Mengenal Tradisi Tea Pai dalam Pernikahan Tionghoa

Pernikahan Tionghoa dikenal memiliki berbagai ritual yang kaya akan makna dan nilai budaya. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah Tea Pai, sebuah upacara minum teh yang menjadi simbol penghormatan kepada keluarga yang lebih tua. Tradisi ini tidak hanya sekadar prosesi ritual, tetapi juga menjadi momen penting dalam memperkuat ikatan antara pasangan pengantin dengan keluarga besar mereka.

Tea Pai berasal dari kata “tea” (teh) dan “bai” atau “pai” (拜), yang dalam bahasa Mandarin berarti memberi hormat. Dalam upacara ini, pasangan pengantin menyuguhkan teh kepada orang tua dan kerabat senior sebagai bentuk rasa terima kasih serta penghargaan. Prosesi ini juga menjadi momen perkenalan resmi antara mempelai wanita dengan keluarga besar mempelai pria.

Tradisi ini telah ada sejak masa Dinasti Tang, sekitar 1.200 tahun silam. Awalnya disebut Cha Dao, ritual ini kemudian dibawa ke Jepang oleh para biksu yang datang dari Tiongkok. Meskipun mengalami sedikit penyesuaian dengan budaya setempat, esensi dari upacara ini tetap terjaga.

Waktu dan Peserta dalam Upacara Tea Pai

Upacara Tea Pai biasanya dilaksanakan pada pagi hari setelah pemberkatan pernikahan dan sebelum acara resepsi. Prosesi ini dihadiri oleh anggota keluarga yang sudah menikah, seperti orang tua, kakek-nenek, paman, bibi, serta saudara kandung. Namun, terdapat beberapa aturan yang mengatur siapa saja yang boleh hadir.

Adik pengantin yang sudah menikah tidak diperbolehkan untuk ikut serta dalam upacara ini. Sementara itu, kakak pengantin tidak boleh hadir jika belum menikah atau jika telah “dilangkahi” oleh adiknya. Namun, jika orang tua pengantin telah meninggal dunia, maka kakak kandung diperbolehkan hadir dan bertindak sebagai wali yang sah dalam prosesi tersebut.

Strategi Baru Golkar: Bedah Dapil demi Perbanyak Kursi Parlemen di 2029

Aturan-aturan ini mencerminkan nilai-nilai tradisional yang sangat dihargai dalam budaya Tionghoa. Meski prosesinya sederhana, Tea Pai sarat makna dan membawa pesan tentang penghormatan, kesopanan, serta hubungan keluarga yang harmonis.

Prosesi dan Makna dalam Tea Pai

Setelah mengucap sumpah pernikahan, pengantin pria terlebih dahulu menerima teh dari pengantin wanita. Selanjutnya, pengantin wanita menyuguhkan teh kepada keluarga besar mereka sendiri. Proses ini dilakukan secara berurutan, mulai dari anggota keluarga tertua hingga yang termuda.

Setelah menerima teh, keluarga biasanya memberikan angpau (amplop merah) atau perhiasan sebagai tanda restu dan harapan akan masa depan yang sejahtera bagi pengantin. Hadiah yang diberikan dalam upacara ini juga menjadi simbol doa bagi keberuntungan dan kemakmuran dalam kehidupan rumah tangga yang baru dimulai.

Lebih dari sekadar ritual, Tea Pai mengandung nilai-nilai penting seperti kerja sama antara pasangan, saling mendukung, serta penghormatan kepada keluarga besar. Awalnya, upacara ini sering diadakan di rumah mempelai wanita, namun kini semakin umum digelar di lokasi pernikahan seperti hotel atau restoran.

Penggunaan Tradisi Tea Pai oleh Publik Figur

Beberapa publik figur Indonesia keturunan Tionghoa juga turut melestarikan tradisi ini dalam momen pernikahan mereka. Contohnya adalah Clarissa Tanoesoedibjo dan Anthony Tjipto, yang menjalani upacara Tea Pai dalam pernikahannya. Valencia Tanoesoedibjo dan atlet bulu tangkis Kevin Sanjaya juga melakukannya pada tahun 2023.

Tujuh Kandidat Bersaing di Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kelayakan Jadi Penentu Pemimpin Baru

Roger Danuarta dan Cut Meyriska turut memperingati upacara ini pada tahun 2019. Di tahun 2016, Junior Liem dan Putri Titian merayakan upacara tersebut dengan pakaian bermotif burung merak, simbol yang sering muncul dalam pernikahan Tionghoa. Lalu di tahun 2017, Dion Wiyoko dan Fiona Anthony menghidupkan kembali tradisi Tea Pai dalam pernikahan mereka.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *