Pemerintah Berkomitmen Percepat Proses Perizinan untuk Capai Target Lifting Migas 2025
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menunjukkan komitmennya dalam mempercepat proses perizinan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas bumi (migas) yang masih dalam tahap pengurusan. Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah mencapai target lifting migas sebesar 605 ribu barel per hari pada tahun 2025.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan kedaulatan energi yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menyampaikan bahwa potensi migas di Indonesia sangat besar, dengan 128 cekungan yang ada, hanya sekitar 20 yang aktif produksi. Hal ini menunjukkan masih banyak ruang untuk eksplorasi dan pengembangan.
Masih Banyak Wilayah Kerja yang Belum Optimal
Bahlil juga menyoroti bahwa banyak Wilayah Kerja (WK) migas yang sudah memiliki Plan of Development (POD) namun belum berjalan optimal. Ia mengatakan akan bekerja sama dengan para KKKS untuk mencari solusi agar lifting migas meningkat, termasuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan dalam proses perizinan.
“Saya akan turun langsung membantu mempercepat perizinan. Namun bagi KKKS yang izinnya sudah selesai dan tidak ada kendala, kami minta segera operasikan proyeknya. Jika tidak, kami akan mengambil langkah sesuai aturan,” kata dia.
Selain percepatan perizinan, Bahlil menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah migas. Pembinaan dan pemberian peluang kerja bagi masyarakat lokal menjadi fokus agar manfaat ekonomi dari sumber daya migas dapat dirasakan secara langsung.
Dukungan Fiskal yang Menjadi Pendukung Utama
Dalam hal dukungan fiskal, Bahlil memastikan skema gross split dan cost recovery saat ini tidak menjadi kendala karena tingkat pengembalian investasi telah disesuaikan agar proyek-proyek hulu migas menjadi ekonomis dan menarik bagi investor. Dengan langkah-langkah tersebut, ia optimistis target lifting migas 2025 dapat tercapai.
Realisasi Lifting Minyak pada Semester Pertama 2025
Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi lifting minyak bumi selama semester I 2025 mencapai 578 ribu barel per hari (bph). Angka ini setara dengan 95,5 persen dari target tahunan dalam APBN 2025 yang ditetapkan sebesar 605 ribu bph.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi pada bulan yang sama tahun lalu, yakni 576,1 ribu bph. Ia optimistis target lifting hingga akhir tahun masih bisa dicapai.
Perbedaan Antara Lifting dan Produksi Minyak
Djoko menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara lifting dan produksi minyak. Per Juni 2025, produksi minyak tercatat sebesar 579,3 ribu bph, sedikit di atas angka lifting. Ia mengatakan hal ini terjadi karena tidak semua Kontraktor Kontrak Kerja Sama langsung melakukan lifting setelah produksi. Beberapa kontraktor menyimpan minyak terlebih dulu dan melakukan lifting secara berkala.
Meskipun demikian, Djoko menyatakan target lifting dan produksi tetap disamakan dalam APBN karena seluruh minyak yang diproduksi akan di-lifting. Selain minyak, SKK Migas juga mencatat kinerja positif pada sektor gas. Produksi gas per Juni 2025 mencapai 6.820 MMSCFD, melebihi target APBN yang ditetapkan sebesar 5.628 MMSCFD.


Comment