Gardupedia.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh fakultas di Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta. Aksi ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UI, tetapi juga mendapat dukungan dari perwakilan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta serta Institut Pertanian Bogor (IPB).
Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menjelaskan bahwa poin-poin yang disuarakan merupakan hasil kesepakatan dan konsolidasi bersama seluruh elemen BEM fakultas di UI.
“Tuntutan yang kami bawa hari ini murni merupakan hasil konsolidasi bersama demi menyuarakan aspirasi rakyat luas. Gerakan ini bersifat inklusif dan independen, sama sekali tidak terafiliasi atau ditunggangi oleh kepentingan kelompok politik mana pun,” ujar Dimas saat memberikan keterangan di sela-sela persiapan aksi.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, terdapat lima poin tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah:
- Mendesak penghentian pemborosan anggaran dalam APBN.
- Menuntut penurunan harga bahan pokok serta bahan bakar minyak (BBM).
- Meminta pemerintah menyetop Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menghentikan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
- Menolak segala bentuk militerisme di ruang lingkup sipil.
- Menuntut pemerintah untuk berjiwa besar mengakui kesalahan dan tidak lagi mencari alasan atau mengelak.
Rombongan mahasiswa yang berangkat dari kampus UI Depok menggunakan bus sekitar pukul 10.30 WIB awalnya berniat menuju titik kumpul utama di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, perjalanan mereka mengalami hambatan di lapangan.
Setibanya di wilayah Semanggi, pihak kepolisian tidak mengizinkan bus mahasiswa mengarah ke Bundaran HI. Rute mereka dibelokkan menuju kawasan Dukuh Atas dan diarahkan ke Gedung DPR RI.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, membenarkan terjadinya kendala mobilitas tersebut yang sempat membuat massa aksi terpisah ke beberapa titik.
“Benar, rombongan kami dialihkan oleh petugas di lapangan. Beberapa bus tidak diizinkan masuk ke rute awal sehingga massa sempat terpencar, salah satunya tertahan di sekitar Kantor TVRI. Saat ini kami sedang melakukan konsolidasi ulang di lapangan agar seluruh barisan massa kembali rapat dan tetap berupaya menuju titik aksi di Bundaran HI,” kata Yatalathof saat dikonfirmasi mengenai situasi terkini di lapangan.
Polda Metro Jaya memberikan alasan di balik pelarangan dan pengalihan massa tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa kawasan Bundaran HI merupakan pusat perekonomian dan ruang publik yang padat aktivitas, sehingga secara aturan tidak diperuntukkan sebagai lokasi demonstrasi demi kenyamanan bersama.
Pihak Direktorat Intelijen Polda Metro Jaya mengaku telah membangun komunikasi dengan koordinator lapangan agar memindahkan lokasi penyampaian pendapat ke tempat yang lebih kondusif dan legal secara undang-undang, seperti di kawasan Patung Kuda atau di depan Gedung DPR/MPR RI.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment