Berita NASIONAL

Bus Rombongan Warga Pati Diserang Pelemparan Batu di Tol, 3 Penumpang Terluka

Bus yang membawa rombongan warga Pati dilempati batu saat dalam perjalanan menuju Jakarta di kawasan Karawang-Cikarang pada Senin (24/8/2026).(KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA)

Gardupedia.com — Sebuah armada bus yang membawa rombongan warga asal Pati, Jawa Tengah, mengalami insiden penyerangan pelemparan batu oleh orang tak dikenal saat melintas di jalur jalan tol menuju Jakarta pada Senin (24/8/2026). Akibat aksi teror tersebut, tiga orang penumpang menderita luka-luka terkena serpihan kaca.

Peristiwa pelemparan batu ini terjadi pada Senin pagi, sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, ketika bus sedang berada di kilometer 54 hingga 56 Tol kawasan Karawang–Cikarang, Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan saksi, pelaku aksi vandalisme tersebut diduga berjumlah dua orang yang mengenakan pakaian serba tertutup dari atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang membentang di atas jalan tol. Para pelaku melempar batu bata ke arah bus hingga merusak bagian kaca depan dan samping kendaraan.

Bus yang mengangkut 17 orang tersebut mengalami retak parah pada bagian kaca hingga pecahannya melukai tiga penumpang. Demi menjaga keselamatan selama sisa perjalanan menuju Jakarta, retakan kaca bus sempat ditambal sementara menggunakan perekat bening. Setibanya di Jakarta pada Senin siang, bus tersebut diparkir di area depan Gedung DPR/MPR RI.

Pernyataan Tim Advokasi AMPB (Vander) Perwakilan Tim Advokasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Vander, mengonfirmasi kronologi pelemparan yang dialami oleh rombongannya saat ditemui di depan Kompleks Parlemen, Senin (24/8/2026).

NasDem Dukung Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Dibakar: Langkah Tegas Pemda Diperlukan

“Tepatnya di daerah Karawang atau Cikarang di kilometer 54 sampai 56, hari ini kami mendapati pelemparan batu kepada kami tepatnya sekitar jam 11 siang tadi atau jam 10 pagi tadi,” ujar Vander.

Ia menjelaskan lebih lanjut mengenai kerusakan dan korban yang timbul akibat serangan tersebut:

“Tepatnya tadi di atas ya, di atas jembatan lalu kemudian melempari batu bata ya, kemudian merusak bagian kaca bus kita dan tadi sedikit melukai teman-teman juga karena mendapat percikan-percikan kaca,” terangnya.

Meskipun mendapatkan tindakan intimidasi di perjalanan, Vander menegaskan bahwa rombongannya tidak akan mundur. Rencana aksi unjuk rasa yang digagas AMPB pada Kamis (27/8/2026) mendatang dipastikan akan tetap dilaksanakan.

Pernyataan Koordinator AMPB (Supriyono alias Botok) Selain insiden pelemparan batu, rombongan warga dari daerah Jawa Tengah ini juga menghadapi kendala transportasi lainnya. Koordinator AMPB, Supriyono (Botok), menyatakan bahwa armada bus lain yang telah dipesan untuk membawa gelombang massa berikutnya pada Rabu (26/8/2026) mendadak dibatalkan secara sepihak oleh penyedia jasa bus.

Prabowo Janjikan Promosi Jabatan untuk Pangdam dan Kapolda Riau Usai Penanganan Karhutla

Supriyono menduga adanya intervensi dari aparat kepolisian yang memicu pembatalan persewaan bus tersebut pada Senin (24/8/2026).

“Hari terakhir terkendala ya, jadi bus-bus yang sudah dipesan, sudah di-DP, ternyata hari ini dibatalkan semua karena ada intervensi dari kepolisian,” ungkap Supriyono.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *