Ekonomi

Fitur Baru TikTok untuk Perlindungan Remaja, Orang Tua Bisa Blokir

Fitur Baru TikTok untuk Meningkatkan Keamanan dan Keterlibatan Pengguna

TikTok terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi penggunanya, khususnya remaja. Dalam rangka meningkatkan kepercayaan, keselamatan, dan keseimbangan digital, perusahaan meluncurkan sejumlah fitur baru yang dirancang untuk melindungi pengguna serta memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.

Adam Presser, Head of Operation TikTok, menjelaskan bahwa fitur-fitur ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menggabungkan kolaborasi antara manusia dan teknologi. Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara peluncuran global bertajuk Discover and Learn – Trust and Safety at TikTok secara daring.

Peningkatan Transparansi Antara Remaja dan Orang Tua

Salah satu fitur utama yang diperkenalkan adalah notifikasi otomatis untuk aktivitas unggahan remaja. Fitur ini akan memberi tahu orang tua ketika anak mereka mengunggah video, cerita, atau foto yang dapat dilihat oleh publik. Tujuannya adalah membantu orang tua memulai percakapan tentang konten yang diunggah tanpa mengganggu kemandirian remaja.

Selain itu, TikTok juga menambahkan fitur baru yang disebut “Pelibatan Keluarga”. Fitur ini memungkinkan orang tua menerima notifikasi setiap kali anak mereka mengunggah konten publik. Orang tua bisa melihat pengaturan privasi yang dipilih oleh remaja, seperti apakah konten bisa diunduh atau digunakan dengan fitur duet dan stitch.

Untuk pengguna berusia 13–15 tahun, pengaturan ini bersifat tetap dan tidak dapat diubah. Hal ini bertujuan untuk memastikan perlindungan maksimal bagi pengguna yang masih dalam masa pertumbuhan.

Dibuka Loker Manajer Kopdes Merah Putih, Syarat Minimal Lulusan D3/D4/S1

Fitur “Kelola Topik” untuk Memahami Minat Digital Anak

TikTok juga meluncurkan fitur bernama “Kelola Topik”, yang memungkinkan pengguna mengatur frekuensi kemunculan konten dari topik tertentu, seperti seni, olahraga, atau alam. Orang tua yang terhubung melalui fitur “Pelibatan Keluarga” bisa melihat topik-topik yang diminati oleh anak mereka. Fitur ini membuka ruang diskusi antara orang tua dan anak tentang minat digital serta konten yang mereka ikuti.

Kontrol Pemblokiran oleh Orang Tua

Fitur lain yang diperkenalkan adalah kontrol pemblokiran oleh orang tua. Orang tua kini bisa mengetahui akun-akun yang telah diblokir oleh anak mereka. Selain itu, mereka juga dapat memblokir akun tertentu yang dianggap tidak pantas atau berisiko. Akun yang diblokir tidak lagi dapat berinteraksi dengan remaja, termasuk muncul di feed atau dilihat profilnya. Jika anak ingin mencabut blokir, mereka harus mengajukan permintaan, namun keputusan akhir tetap ada di tangan orang tua.

Fitur Baru untuk Mendukung Kreator

Tidak hanya fokus pada keamanan pengguna remaja, TikTok juga meluncurkan beberapa fitur baru yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan produktivitas kreator. Beberapa fitur tersebut antara lain:

  • Mode Perlindungan Kreator: Membantu kreator menyaring komentar yang tidak pantas atau tidak diinginkan.
  • Fitur bisu baru untuk TikTok LIVE: Memungkinkan kreator memblokir banyak kata, frasa, atau emoji sekaligus.
  • Content Check Lite: Fitur pratinjau yang memberi tahu apakah konten berpotensi tidak layak tampil di laman For You sebelum dipublikasikan.
  • Kotak Masuk Kreator: Pengalaman kotak masuk yang disempurnakan untuk membantu kreator mengelola pesan dengan lebih efisien.
  • Ruang Obrolan Kreator: Ruang interaksi langsung antara kreator dan pengikut tertentu yang memenuhi syarat.

Peran Teknologi dalam Sistem Keamanan TikTok

Presser menekankan peran penting teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dalam memperkuat sistem keamanan TikTok. Saat ini, lebih dari 85% konten yang melanggar pedoman komunitas dihapus secara otomatis, dan 99% di antaranya dilakukan secara proaktif. TikTok juga mulai menerapkan AI untuk membantu menegakkan kebijakan moderasi komentar serta melindungi moderator dari paparan konten grafis, dengan penurunan eksposur sebesar 60% dalam setahun terakhir.

Bekal Pengalaman di SEA Games, Sabar/Reza Siap Tempur di Thomas Cup 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *