Ekonomi

Kinerja Kimia Farma Mulai Pulih, Ini Prediksi Analis

Kinerja Kimia Farma Tbk Mulai Menunjukkan Pemulihan

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan kinerja hingga kuartal I 2025. Hal ini disebabkan oleh berbagai langkah perbaikan yang dilakukan manajemen, termasuk peningkatan efisiensi operasional dan transformasi bisnis secara menyeluruh.

Dalam laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, KAEF berhasil mengurangi kerugian pada kuartal I 2025 menjadi Rp 126,43 miliar dari sebelumnya Rp 141,84 miliar pada kuartal I 2024. Selama tahun 2024, rugi KAEF juga turun dari Rp 2,26 triliun di tahun 2023 menjadi Rp 1,20 triliun.

Strategi Utama untuk Meningkatkan Kinerja

Menurut Sekretaris Perusahaan KAEF, Ganti Winarno Putro, pihaknya menerapkan tiga strategi utama untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Pertama, penguatan fundamental bisnis melalui simplifikasi portofolio produk dengan fokus pada produk unggulan yang memiliki nilai tinggi dan margin kompetitif. Kedua, optimalisasi saluran penjualan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing. Ketiga, penguatan digitalisasi di sektor apotek serta pengembangan inovasi produk sesuai tren kesehatan masyarakat.

Selain itu, KAEF juga melakukan optimalisasi keuangan melalui cost efficiency dan cost control. Upaya ini membantu menurunkan beban pokok penjualan (COGS) dan beban usaha. COGS pada tahun 2024 turun 1,02% menjadi Rp 6,99 triliun dari Rp 7,06 triliun pada tahun 2023. Sementara itu, beban usaha turun 15,68% menjadi Rp 3,79 triliun dibandingkan dengan Rp 4,49 triliun pada tahun 2023.

Prediksi Kinerja KAEF di Masa Depan

Analis Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, menilai bahwa kinerja KAEF akan terus membaik seiring tren kerugian yang menurun. Kemungkinan besar, KAEF baru akan kembali mencetak laba pada tahun 2026. “Seiring dengan implementasi langkah efisiensi, transformasi portofolio produk, dan fokus pada segmen dengan margin tinggi,” ujarnya.

Bela Feri Amsari dan Ubedilah Badrun, Menteri Pigai Sebut Kritik Adalah Hak Konstitusi

Ekky menilai sentimen positif yang dapat menggenjot kinerja KAEF ke depan adalah transformasi portofolio produk dan efisiensi biaya operasional yang sedang dijalankan, termasuk penurunan COGS dan beban usaha. Selain itu, restrukturisasi utang KAEF juga mulai menunjukkan hasil dengan berkurangnya beban bunga.

Sementara itu, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzati, sepakat bahwa kinerja KAEF diprediksi akan berangsur membaik pada tahun 2026 seiring upaya perbaikan tersebut. Sentimen positif yang akan mengiringi upaya ini antara lain langkah efisiensi di berbagai lini bisnis, dukungan restrukturisasi utang, penyederhanaan SKU, serta digitalisasi penjualan dan distribusi.

Risiko dan Tantangan yang Menghadang

Namun, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Menurut Ekky, posisi utang dan beban keuangan masih sangat tinggi. Selain itu, volatilitas nilai tukar tetap menjadi ancaman yang dapat memengaruhi biaya impor bahan baku. Ekky juga menilai KAEF masih membutuhkan tambahan dana atau dukungan kebijakan dari pemerintah untuk mendorong pemulihan sektor ini.

Dari sisi teknikal, saham KAEF dinilai saat ini bergerak sideways cenderung bearish, terutama jika harga turun di bawah Rp 500. Meskipun sebelumnya saham KAEF sempat menguat ke kisaran Rp 700, namun gagal mempertahankan momentum tersebut.

Rekomendasi Investor

Ekky merekomendasikan investor untuk tetap wait and see sambil menunggu sinyal teknikal yang lebih jelas dan konfirmasi lanjutan dari sisi kinerja fundamental. Sementara dalam jangka pendek, Arinda merekomendasikan investor untuk mencermati saham KAEF dengan target harga jangka pendek Rp 585.

Strategi Pelatih Panjat Tebing Kejar Performa Puncak di Asian Games 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *