Gardupedia.com — Gelombang protes terkait kondisi ekonomi nasional terjadi di Kota Bandung. Sejumlah kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dengan mendatangi langsung Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat. Dalam aksi tersebut, massa menuntut otoritas moneter segera mengambil tindakan nyata dan strategis untuk meredam penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang kian menekan nilai tukar rupiah.
Para demonstran mulai memadati kawasan sekitar kantor BI sejak siang hari dengan membawa berbagai atribut aksi, seperti spanduk dan selebaran yang berisi kritik terhadap situasi perekonomian saat ini. Mereka menilai bahwa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berpotensi memicu inflasi, menaikkan harga barang-barang pokok, serta memperberat beban hidup masyarakat kecil.
Koordinator aksi, Muamar Ba’asir, menegaskan bahwa Bank Indonesia tidak boleh tinggal diam dan harus segera mengoptimalkan instrumen moneter yang dimiliki. Ia menyebut melemahnya rupiah sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan bagi sektor riil.
“Kami mendesak Bank Indonesia untuk segera melakukan intervensi pasar secara masif. Pelemahan rupiah ini bukan sekadar angka di papan kurs, tapi sudah berdampak langsung pada lonjakan harga bahan pokok yang mencekik masyarakat kecil,” ujar Muamar Ba’asir di sela-sela aksi unjuk rasa, Senin (15/6/2026).
Aksi unjuk rasa yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian ini berjalan dengan penyampaian aspirasi secara bergantian. Pihak mahasiswa juga meminta agar jajaran pimpinan Bank Indonesia di wilayah Jawa Barat dapat menemui mereka secara langsung guna mendengarkan tuntutan serta memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah konkret yang sedang dan akan diambil dalam mengatasi persoalan mata uang asing ini.
“Kalau BI hanya mengandalkan instrumen konvensional tanpa ada terobosan strategis, kita khawatir sentimen pasar akan terus memburuk. Indonesia memiliki cadangan devisa yang cukup, dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk menggunakannya demi menjaga stabilitas nasional,” lanjut Muamar.
“Banyak industri rumahan dan UMKM di Bandung ini yang mulai menjerit karena biaya produksi membengkak akibat dolar yang menggila. Kami di sini bertindak sebagai penyambung lidah rakyat. Jika dalam beberapa hari ke depan tidak ada tanda-tanda perbaikan atau kebijakan konkret dari BI, kami pastikan akan membawa massa yang lebih besar untuk mengepung kantor ini,” tegasnya menyuarakan ancaman eskalasi aksi.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan dari massa aksi dilaporkan tengah mengupayakan mediasi dengan pihak eksekutif Bank Indonesia setempat agar aspirasi serta poin-poin tuntutan mereka dapat segera diteruskan ke tingkat pusat.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment