Berita Politik

PAN: Posisi Politik PDI-P Harus Dihargai demi Kemajuan Demokrasi

Wamentrans Viva Yoga Mauladi saat kunjungan kerja ke Balai Transmigrasi Denpasar, Bali, dalam rangka kegiatan peningkatan kapasitas ASN dan non-ASN di lingkungan Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Jumat (12/6/2026).(Dok. Kementerian Transmigrasi)

Gardupedia.com – Partai Amanat Nasional (PAN) menilai keputusan politik PDI Perjuangan (PDI-P) untuk tetap berada di luar roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah yang patut diapresiasi. Pilihan tersebut dianggap membawa dampak positif bagi keberlangsungan sistem demokrasi di Indonesia.

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menjelaskan bahwa kehadiran PDI-P sebagai kekuatan penyeimbang sangat penting untuk memastikan fungsi kontrol dan pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan di DPR RI tetap berjalan optimal.

“PAN melihat langkah politik PDI-P ini patut dihormati karena menguntungkan iklim demokrasi kita. Kehadiran mereka di parlemen berfungsi sebagai penyeimbang sekaligus mitra yang kritis bagi pemerintah,” kata Viva dalam pernyataan tertulisnya pada Jumat (19/6/2026).

Viva menjabarkan, jika dilihat dari situasi riil saat ini, PDI-P memang bukan bagian dari koalisi penguasa. Hal itu dipertegas dengan absennya representasi atau kader partai berlogo banteng tersebut di dalam susunan Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, menurut PAN, sangat logis dan wajar apabila PDI-P memilih jalan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah.

Meski demikian, Viva menggarisbawahi bahwa kritik yang dilayangkan oleh PDI-P sejauh ini bersifat membangun (konstruktif) dan tidak bertujuan untuk menjatuhkan atau menghambat program kerja pemerintah.

NU Siap Kawal Pemerintahan Prabowo, Rais Aam PBNU: Selama Tidak Mengajak pada Kekufuran

“Ketika PDI-P mengambil jarak sebagai pihak oposisi dan bersikap kritis, hal tersebut merupakan sebuah keniscayaan dalam politik. PAN memandang kritik mereka bersifat membangun, bukan merusak (destruktif). Mereka akan mendukung jika kebijakannya tepat, meluruskan yang keliru, serta tetap menawarkan solusi alternatif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Viva juga menanggapi santai fenomena apabila ke depan ada kader PDI-P yang menyuarakan aspirasi masyarakat dengan turun ke jalan atau menggelar aksi demonstrasi. Menurutnya, hal tersebut adalah dinamika yang lumrah terjadi sebagai penegasan posisi mereka yang berada di luar sirkel pemerintahan.

Bagi PAN, kondisi politik di parlemen saat ini berjalan sangat kondusif sesuai dengan koridornya masing-masing. Viva meyakini sinergi ini akan menciptakan pemerintahan yang bekerja efektif, didampingi pengawasan parlemen yang kuat, serta didukung oleh kontrol publik yang independen dari masyarakat sipil, media, hingga warganet (netizen).

Sebelumnya, perdebatan mengenai status politik PDI-P sempat mencuat setelah Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid, mendesak partai tersebut untuk mempertegas posisinya. Jazilul meminta PDI-P secara blak-blakan mendeklarasikan diri sebagai oposisi agar tidak terkesan berada di area “abu-abu” terkait dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Jumlah Bertambah, 4 Negara Dipastikan Angkat Koper Lebih Awal dari Piala Dunia 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *