Gardupedia.com — Dihentikannya sementara (libur) program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak finansial yang cukup berat bagi para pengelola dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di wilayah Jawa Timur. Saat ini, sejumlah pengelola mengaku kebingungan dan kelimpungan untuk melunasi cicilan pinjaman bank yang telanjur mereka ambil demi mendanai investasi operasional program tersebut.
Sebelumnya, banyak pengelola dapur SPPG yang mengajukan kredit atau pinjaman ke bank guna memenuhi kebutuhan modal awal. Modal tersebut digunakan untuk membeli berbagai peralatan memasak skala besar, merenovasi fasilitas dapur agar sesuai standar higienis, hingga mengamankan pasokan bahan baku dari mitra lokal.
Namun, ketika program MBG memasuki masa libur atau jeda operasional, aliran pemasukan otomatis terhenti, sementara kewajiban angsuran bulanan ke pihak perbankan tetap berjalan.
Menanggapi situasi pelik ini, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GAPEMBI Jawa Timur, Makhrus Sholeh, membenarkan adanya keluhan dari para pelaku usaha di bawah naungannya. Ia menyatakan bahwa jeda program ini menjadi pukulan telak bagi likuiditas pengelola dapur.
“Kami menerima banyak laporan dari daerah bahwa para pengelola dapur SPPG saat ini sangat terbebani oleh kewajiban perbankan. Investasi awal untuk menyukseskan program MBG ini tidak kecil, dan ketika program diliburkan, arus kas mereka langsung terganggu sementara arloji tagihan bank terus berputar,” ujar Makhrus Sholeh.
Oleh karena itu, Makhrus menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya menjalin komunikasi dengan pemangku kebijakan dan lembaga keuangan. GAPEMBI Jatim berharap ada solusi atau kebijakan afirmatif, seperti pemberian relaksasi atau restrukturisasi kredit (penundaan atau keringanan cicilan) selama program MBG sedang masa jeda. Langkah ini dinilai krusial agar dapur-dapur pelayanan gizi di Jawa Timur tidak gulung tikar sebelum program nasional ini kembali berjalan normal.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment