Berita lingkungan Regional

PP. Mamba’ul Ma’arif Denanyar Resmikan Rumah Pengelolaan Sampah Sinergi Bareng P3M Dan CCEP

Peresmian Rumah Sampah di Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang

Jombang, 2026 — Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang resmi membuka Rumah Pengelolaan Sampah sebagai bagian dari penguatan program lingkungan dan pengelolaan sampah terpadu berbasis pesantren. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pesantren bersama P3M dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP).

Kegiatan pembukaan Rumah Pengelolaan Sampah ini menjadi langkah nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan pesantren sekaligus mendukung pengurangan sampah melalui sistem pengelolaan yang lebih terstruktur, edukatif, dan berkelanjutan.

Acara dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan program, di antaranya Anang Zakariah selaku perwakilan dari CCEP yang turut memberikan sambutan dan dukungan terhadap penguatan pengelolaan sampah berbasis komunitas pesantren.

Turut hadir dan memberikan sambutan Khoerudin dari P3M yang menyampaikan pentingnya penguatan kelembagaan lingkungan di pesantren sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Maman Abdurrahman dan Abdurahman Mubarok yang selama ini turut mendampingi pengembangan program pengelolaan sampah di lingkungan pesantren.

Pakar Mikrobiologi Ubaya Ungkap Alasan Hantavirus dari Varian Andes Sangat Berbahaya

Dari unsur pesantren, hadir pula Najwa Fikri selaku perwakilan Yayasan dan Siti Chaulatul Aimmah selaku perwakilan Pengasuh Pondok Pesantren yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan program lingkungan di pesantren.

Ketua Eco Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Hilmy, M.Hum., menegaskan bahwa pengembangan Rumah Pengelolaan Sampah merupakan gerakan sosial dan edukasi lingkungan yang berorientasi pada pembangunan budaya hidup bersih dan keberlanjutan lingkungan di lingkungan pesantren.

Menurutnya, program tersebut tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran kolektif santri terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.

“Pengelolaan sampah di pesantren ini merupakan kegiatan sosial dan bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga sustainable environment atau keberlanjutan lingkungan. Fokus utama kami bukan semata-mata pada aspek ekonomi, tetapi bagaimana membangun budaya peduli lingkungan, kebersihan, dan tanggung jawab bersama di kalangan santri,” ujar Hilmy.

Ia menambahkan, apabila di masa mendatang Rumah Pengelolaan Sampah mampu menghasilkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah organik maupun anorganik, maka hal tersebut merupakan nilai tambah yang akan mendukung keberlanjutan program lingkungan pesantren.

Insiden Kapal Imigran Ilegal Indonesia Terbalik di Perairan Malaysia: 4 Orang Tewas, 23 Ditahan

“Jika nantinya rumah sampah ini memiliki income atau pendapatan dari hasil pengelolaan sampah, maka itu merupakan nilai tambah dari kegiatan sosial lingkungan yang sedang kami bangun bersama,” tambahnya.

Rumah Pengelolaan Sampah ini diharapkan menjadi pusat pengelolaan sampah terpadu yang meliputi pemilahan sampah, pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot dan kompos, pengumpulan sampah anorganik bernilai ekonomi, hingga edukasi lingkungan bagi santri dan masyarakat sekitar.

Dengan jumlah santri mencapai lebih dari 6.000 orang, keberadaan Rumah Pengelolaan Sampah menjadi langkah strategis dalam mengurangi timbulan sampah pesantren sekaligus membangun budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, pesantren berharap dapat menjadi salah satu model pengelolaan sampah berbasis pesantren yang mampu memberikan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

Tim ECO PESANTREN
Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang

Timnas Indonesia U-17 Tersingkir di Piala Asia 2026 Usai Takluk dari Jepang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *