Profil Greta Thunberg yang Tak Henti Berjuang
Greta Thunberg kembali menjadi perhatian dunia setelah ditahan oleh otoritas Israel saat berada di dalam konvoi kapal Global Sumud Flotilla. Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan bantuan kepada warga Gaza yang terisolasi akibat blokade. Kapal-kapal yang membawa bantuan tersebut berangkat dari Spanyol pada 12 September 2025, namun perjalanan mereka terhenti ketika dicegat oleh angkatan laut Israel di perairan internasional pada hari Rabu (1/10/2025).
Kapal-kapal tersebut kemudian diarahkan ke pelabuhan Ashdod. Pihak Israel menyatakan bahwa semua penumpang selamat dan akan segera dideportasi ke Eropa. Meski begitu, peristiwa ini menunjukkan betapa kuatnya tekad Greta Thunberg untuk terlibat langsung dalam isu-isu kemanusiaan global.
Perjalanan Sebagai Aktivis Muda
Greta Thunberg lahir di Stockholm pada 3 Januari 2003. Ia mulai dikenal dunia ketika masih berusia 15 tahun, dengan aksinya duduk di depan parlemen Swedia sambil memegang papan bertuliskan “Skolstrejk för klimatet” atau School Strike for Climate. Aksi kecil ini kemudian berkembang menjadi gerakan global bernama Fridays for Future, yang diikuti oleh jutaan pelajar di berbagai negara.
Pada 2019, pidato Greta di Sidang Umum PBB dengan kalimat “How dare you?” membuatnya semakin dikenal. Ia tidak ragu mengkritik para pemimpin dunia yang dinilainya lalai dalam menangani krisis iklim. Selain itu, ia juga menulis beberapa buku seperti No One Is Too Small to Make a Difference dan The Climate Book, yang memperkuat posisinya sebagai suara penting generasi muda.
Kehidupan Pribadi dan Keputusan Hidup
Greta lahir dari keluarga seni. Ibunya, Malena Ernman, adalah seorang penyanyi opera, sedangkan ayahnya, Svante Thunberg, adalah aktor. Ia memiliki seorang adik, Beata Thunberg, yang juga berkarier sebagai penyanyi di Swedia.
Sejak usia delapan tahun, Greta mulai sadar akan perubahan iklim. Dari situ, ia mengubah gaya hidupnya dengan menjadi vegan dan menolak bepergian dengan pesawat karena alasan emisi karbon. Ia juga mengaku memiliki sindrom Asperger, tetapi menilai kondisi ini membantunya fokus pada isu iklim tanpa terganggu oleh hal-hal lain.
Perluasan Perhatian ke Isu Kemanusiaan
Dalam beberapa tahun terakhir, Greta memperluas perhatiannya dari isu lingkungan ke isu kemanusiaan. Ia sering menyuarakan keterkaitan antara krisis iklim, ketidakadilan sosial, dan konflik bersenjata. Dengan terjun langsung dalam flotilla ke Gaza, ia menunjukkan bahwa perjuangan iklim tidak bisa dipisahkan dari perjuangan kemanusiaan.
Meskipun ditahan, dideportasi, bahkan mendapat ancaman, Greta tetap konsisten dengan pilihannya. Ia menyatakan bahwa misi yang dilakukannya damai dan sesuai hukum internasional. Di usia 22 tahun, profil Greta Thunberg mencerminkan sosok aktivis muda yang berani mengambil risiko demi keadilan.
Insiden Penahanan di Laut Mediterania
Kabar tentang penahanan Greta Thunberg oleh Israel menyebar luas setelah rombongan kapal Global Sumud Flotilla dihentikan paksa. Konvoi ini membawa bantuan bagi warga Gaza yang sudah lama terisolasi akibat blokade. Israel menyebut operasi ini sebagai bagian dari penegakan keamanan.
Namun, Greta menegaskan bahwa misi kemanusiaannya damai dan sesuai hukum internasional. Dalam sebuah rekaman video, ia menyatakan bahwa jika pendengar menonton video tersebut, maka ia telah diculik dan dibawa secara paksa oleh pasukan Israel.
Ini bukan kali pertama Greta menghadapi situasi serupa. Pada Juni 2025 lalu, ia juga sempat berlayar menuju Gaza dengan kapal Madleen, namun rombongan tersebut dicegat dan ia dideportasi ke Paris. Meskipun begitu, Greta tetap menegaskan tekadnya. Ia menyatakan bahwa pengalaman yang dialaminya tidak ada apa-apanya dibanding penderitaan warga Gaza.
Kesimpulan
Profil Greta Thunberg tidak hanya menggambarkan seorang aktivis iklim, tetapi juga sosok muda yang gigih dalam menjalankan misi kemanusiaan. Dari aksi kecil di depan parlemen Swedia hingga konfrontasi dengan pasukan Israel, perjalanan Greta mencerminkan keteguhan seorang aktivis muda yang tak pernah berhenti berjuang.


Comment