Gardupedia.com — Sebanyak 1.200-an mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Indonesia Darurat” di Bandung pada Rabu (17/6/2026). Massa aksi membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 17.30 WIB setelah berhasil menyampaikan aspirasi mereka.
Koordinator BEM SI Jawa Barat, Muhammad Risaldi, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan pergerakan bersama yang melibatkan mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi.
“Hari ini kita melakukan aksi dari BEM SI Jawa Barat yang mana untuk aksi kali ini ada sekitar 23 kampus dengan jumlah massa estimasi sekitar 1.200 lebih,” kata Risaldi saat memberikan keterangan di lokasi aksi, Rabu.
Menurut Risaldi, aksi turun ke jalan ini dipicu oleh akumulasi rasa kecewa mahasiswa terhadap berbagai masalah krusial di masyarakat yang dinilai luput dari penanganan serius pemerintah. Ia menyoroti bahwa setelah lebih dari satu tahun pemerintahan baru berjalan, persoalan mendasar masyarakat mulai dari sektor ekonomi hingga penjaminan kebebasan sipil masih belum menemukan solusi yang memadai.
Risaldi juga mengkritik keras sikap komunikasi dari Istana. Ia menganggap narasi publik yang dilemparkan oleh kepala negara belakangan ini justru memicu keresahan dan tidak menyentuh substansi masalah rakyat.
“Ini merupakan akumulasi juga kemarahan daripada statement-statement yang memang dirasa tidak perlu dan juga tidak penting yang dikeluarkan oleh Prabowo sebagai presiden,” ujar Risaldi.
Dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat tersebut, para mahasiswa merumuskan tujuh poin tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah pusat, yaitu:
- Meminta pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) serta memperkuat nilai tukar rupiah yang melemah.
- Menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan menghentikan berbagai pemborosan anggaran.
- Membenahi dan mengevaluasi pola komunikasi kepresidenan yang dinilai tidak efektif.
- Melakukan peninjauan mendalam dan menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta operasional Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih (KD/KMP).
- Mencabut Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri.
- Melakukan evaluasi total terhadap jajaran menteri dalam Kabinet Merah Putih yang dinilai kurang kompeten.
Aksi yang berlangsung kondusif ini ditutup dengan pengosongan area secara damai oleh massa mahasiswa menjelang petang hari.


Comment