Berita Pemerintahan

Tak Alergi Kritik, Prabowo: Silakan Koreksi, Tapi Jangan Fitnah

Foto: Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)

Gardupedia.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menjaga Indonesia sebagai negara demokrasi yang sehat. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah sikapnya yang sangat terbuka terhadap segala bentuk kritik dan masukan dari masyarakat maupun berbagai elemen bangsa.

Prabowo menyatakan bahwa dirinya tidak antikritik, melainkan selalu membiasakan diri untuk menyaring dan mempelajari setiap masukan yang datang secara mendalam. Beliau juga membagikan bagaimana kebiasaan pribadinya saat menghadapi kritik serta pandangannya mengenai arah demokrasi di Indonesia.

Bagi Prabowo, kritik merupakan elemen krusial dalam jalannya roda pemerintahan. Kritik bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan instrumen penting yang dapat menyelamatkan seorang pemimpin dari kekeliruan pengambilan kebijakan.

“Saya menyambut kritik. Saya selalu membiasakan diri untuk menelaah dengan saksama setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah yang saya pimpin dan menimbangnya berdasarkan fakta, serta realitas yang dihadapi rakyat biasa,” ujar Prabowo.

Prabowo juga sempat menceritakan kebiasaan santainya di malam hari yang sering kali diisi dengan memantau opini publik di media sosial, termasuk menyaksikan konten-konten yang mengkritik dirinya.

Rekor yang Berpotensi Dipecahkan Lionel Messi pada Piala Dunia 2026

“Saya suka malam-malam buka podcast-podcast (kritik) itu, kadang-kadang dongkol juga ya. Apa ini? Tapi saya catat. Malam-malam saya buka, apa iya ya? Apa saya memang otoriter? Rasanya enggak sih,” canda Prabowo yang menggambarkan bahwa kritik tetap ia respons secara mawas diri.

Kendati sangat terbuka terhadap masukan yang objektif, Prabowo menyadari ada kalanya kritik disampaikan dengan nada sinis atau bahkan berupa fitnah yang bertujuan menjatuhkan. Menanggapi hal tersebut, ia menegaskan filosofi kepemimpinannya yang berfokus pada hasil, bukan perang kata-kata.

Pemerintah berkomitmen untuk tidak meladeni kritik negatif secara defensif, melainkan membuktikannya lewat pencapaian yang konkret di lapangan.

“Sebagai pemerintah, kami akan menjawab kritik bukan dengan retorika, melainkan dengan hasil nyata yang dapat diukur oleh siapa pun, di mana pun,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa legitimasi demokratis yang ia peroleh dari 90 juta suara rakyat dalam pemilu yang adil harus dirawat dengan kesabaran. Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa penerapan demokrasi di Indonesia harus melahirkan stabilitas nasional demi mendorong lompatan ekonomi, salah satunya target pertumbuhan sebesar 8 persen.

UU Polri Main Ketok Palu Kilat, Mahfud MD: Di Mana Partisipasi Publik?

Menurutnya, demokrasi di Indonesia harus berjalan beriringan dengan budaya gotong royong dan meminimalkan permusuhan politik. Beliau percaya bahwa kepemimpinan yang baik tidak boleh dicampuri oleh ego atau rasa sakit hati pribadi akibat dinamika politik.

“Jadi, silakan angkat tangan yang ingin jadi presiden, tidak apa-apa, bagus. Tapi, jadi presiden yang benar, jangan takut dikoreksi,” pungkas Prabowo.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *