Berita Regional

Warga Demo di Patung Kuda, Minta Program MBG dari Presiden Prabowo Tetap Berjalan

Sejumlah massa yang mengatasnamakan petani dan pedagang menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).(KOMPAS.com/ RUBY RACHMADINA)

Gardupedia.com – Gelombang dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) garapan Presiden Prabowo Subianto terus mengalir. Pada Jumat (19/6/2026), sekelompok masyarakat yang terdiri dari kalangan pedagang serta petani berkumpul dan menggelar aksi demonstrasi di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, demi menyuarakan agar program pemenuhan gizi tersebut tidak dihentikan.

Aksi massa pendukung ini muncul sebagai respons terhadap tuntutan dari kelompok mahasiswa yang sebelumnya mendesak pemerintah untuk menyetop program MBG. Salah seorang warga yang ikut turun ke jalan, Iin (42), menyatakan keberatannya jika program ini harus ditiadakan. Ia menilai, kekurangan yang terjadi di lapangan merupakan hal yang wajar karena program tersebut masih tergolong baru.

“Saya sangat berharap program ini terus dilanjutkan. Kalau ada yang salah diperbaiki, baru setahun,” ujar Iin saat ditemui di sela-sela aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).

Iin menegaskan bahwa daripada menghentikan program, pemerintah seharusnya berfokus pada evaluasi dan perbaikan sistem yang masih kurang optimal. Menurutnya, sebuah program besar berskala nasional tentu membutuhkan waktu untuk bisa berjalan dengan sempurna.

Selain itu, Iin menambahkan bahwa dampak positif dari program MBG sudah dirasakan langsung oleh anak-anak sekolah. Keberadaan makanan gratis ini tidak hanya membuat mereka menjadi lebih giat dan bersemangat dalam menuntut ilmu, tetapi juga mengurangi rasa khawatir orang tua mengenai pemenuhan gizi dan bekal harian anak.

NU Siap Kawal Pemerintahan Prabowo, Rais Aam PBNU: Selama Tidak Mengajak pada Kekufuran

Senada dengan Iin, warga lainnya bernama Ratna (44) membeberkan keuntungan dari sisi finansial keluarga. Ibu rumah tangga asal Jakarta Timur ini mengaku terbantu karena bisa memangkas alokasi uang saku harian untuk anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Sebelum adanya MBG, Ratna biasa membekali sang anak uang jajan sebesar Rp15.000 per hari. Namun, sekarang ia hanya perlu memberikan Rp10.000 saja. Terlebih, kebutuhan akomodasi sekolah putrinya juga sudah efisien karena jarak rumah yang dekat dan selalu diantar-jemput oleh suaminya. “Uang itu murni hanya untuk jajan tambahan, sebab makannya sudah disiapkan di sekolah,” tutur Ratna.

Dukungan serupa juga dilontarkan oleh Aisyah Prameswari. Menurut pandangannya, MBG menjadi solusi nyata bagi para orang tua yang memiliki keterbatasan finansial dalam menghidangkan makanan sehat di rumah setiap harinya. Kehadiran program pemerintah ini dinilai sukses meringankan beban ekonomi keluarga di tengah situasi melambungnya harga berbagai bahan pangan pokok di pasar.

Jumlah Bertambah, 4 Negara Dipastikan Angkat Koper Lebih Awal dari Piala Dunia 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *