Berita Regional

PDI-P Kibarkan Bendera Setengah Tiang 7 Hari Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto ketika memberikan keterangannya, di Jakarta, Sabtu (26/9/2026)(Febryan Kevin/Kompas.com )

Gardupedia.com — Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDI-P) menginstruksikan seluruh jajaran partai untuk mengibarkan bendera PDI-P setengah tiang selama tujuh hari berturut-turut sebagai bentuk penghormatan atas meninggalnya politisi senior sekaligus maestro seni budaya, Guruh Soekarnoputra, pada Sabtu (26/9/2026).

Sekretaris Jenderal DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto, mengonfirmasi bahwa masa berkabung nasional tingkat partai ini berlaku mulai Sabtu, 26 September 2026 hingga Jumat, 2 Oktober 2026. Instruksi tersebut berlaku wajib bagi seluruh tingkatan struktur partai, mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga pengurus tingkat ranting di seluruh Indonesia.

“Keluarga besar PDI Perjuangan berduka mendalam atas berpulangnya Bapak Guruh Soekarnoputra. Beliau tidak hanya bagian dari keluarga Proklamator Bung Karno, tetapi juga sosok seniman besar dan kader yang mendedikasikan hidupnya untuk kebudayaan nasional serta perjuangan partai,” kata Hasto dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Hasto menambahkan bahwa kontribusi almarhum semasa hidup memberikan warna dan pijakan penting bagi pergerakan kebudayaan di dalam tubuh partai.

“Mas Guruh telah memberi warna yang sangat kuat bagi PDI Perjuangan. Melalui seni dan budaya, beliau mengajarkan kita bagaimana mencintai Indonesia dengan jiwa patriotisme yang tinggi. Karya-karya beliau selalu membakar semangat kepribadian dalam kebudayaan sebagaimana ajaran Bung Karno,” ujar Hasto.

Di Balik Ketenangan Wapres Gibran Menghadapi Gugatan di MK

Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPP PDI-P Bidang Kebudayaan juga menyampaikan belasungkawa mendalam dan menegaskan bahwa dedikasi almarhum di ranah seni dan politik tidak akan pernah terpisahkan.

“Beliau adalah bukti nyata bahwa politik dan seni bisa berpadu untuk membangun karakter bangsa. Kehilangan Mas Guruh adalah duka besar bagi dunia kebudayaan Indonesia. Kami mengimbau seluruh kader di daerah tidak hanya mengibarkan bendera setengah tiang, tetapi juga menggelar doa bersama di kantor pengurus masing-masing,” tuturnya pada Sabtu (26/9/2026).

Guruh Soekarnoputra, putra bungsu dari Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, memiliki rekam jejak panjang di panggung nasional. Di dunia seni, almarhum melahirkan berbagai karya monumental melalui kelompok Swara Maharddhika. Sementara di panggung politik, almarhum mengabdi bertahun-tahun sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *