Gardupedia.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan resmi sekaligus menggelar pertemuan empat mata (tête-à-tête) bersama Perdana Menteri (PM) Thailand di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pertemuan strategis ini diselenggarakan guna mempererat hubungan diplomatik serta memperluas kerja sama bilateral antar kedua negara di berbagai sektor prioritas.
Kedatangan PM Thailand beserta delegasi kehormatan disambut langsung oleh Presiden Prabowo melalui upacara kenegaraan di halaman Istana. Setelah prosesi penyambutan, penandatanganan buku tamu, dan sesi foto bersama, kedua pemimpin negara beranjak menuju ruang kerja Presiden untuk melangsungkan diskusi tertutup secara terbatas.
Dalam pertemuan tersebut, beberapa isu utama menjadi topik pembahasan, termasuk penguatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, ketahanan pangan, pertanian, hingga upaya menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya hubungan historis dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Thailand yang telah terjalin dengan harmonis selama ini.
“Hubungan antara Indonesia dan Thailand memiliki landasan yang sangat kuat dan berakar panjang. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kita untuk makin mempererat kemitraan strategis, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan memperkuat ketahanan pangan serta energi di kawasan,” tegas Presiden Prabowo dalam keterangannya.
Sementara itu, PM Thailand menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia. Pihaknya menegaskan komitmen penuh untuk terus berkolaborasi secara proaktif dengan Indonesia.
“Indonesia merupakan salah satu mitra terpenting bagi Thailand di ASEAN. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi, serta siap berjalan berdampingan dengan Indonesia untuk mendorong kemakmuran dan stabilitas bersama di kawasan,” ujar PM Thailand.
Setelah agenda pertemuan empat mata selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral yang melibatkan masing-masing delegasi menteri dari kedua negara, kemudian diakhiri dengan agenda santap siang bersama di Istana Kepresidenan.


Comment