Uncategorized

UMKM Kaltim Melangkah ke Pasar Global, Rudy Masud: Era Baru Ekonomi Rakyat

UMKM Kalimantan Timur Menembus Pasar Global

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Bahkan, produk-produk dari UMKM Kaltim kini mampu menembus pasar global, tidak hanya diminati negara-negara Asia tetapi juga Eropa. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Kaltim, Rudy Masud, saat peresmian gedung Export Center di Balikpapan.

Menurut Gubernur Kaltim yang akrab disapa Harum, kondisi ini menjadi tanda awal transformasi ekonomi daerah yang berbasis pada UMKM. Ia menjelaskan bahwa UMKM kini bukan lagi sekadar pelengkap dalam perekonomian, melainkan aktor utama dalam perdagangan global.

“Ini bukan lagi pelengkap cerita. UMKM kita sudah menembus pasar ekspor secara langsung. Kratom, karet, udang, hingga plywood semua ini dikirim ke luar negeri. Dan ini baru permulaan,” ujar Rudy Masud.

Dalam sepekan terakhir Juli 2025, nilai ekspor UMKM Kaltim mencapai USD 716.403 atau sekitar Rp11 miliar. Capaian ini menunjukkan bahwa UMKM kini mampu bersaing dengan pelaku ekspor besar. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kaltim, lima perusahaan lokal yang merupakan pelaku UMKM berhasil melakukan ekspor:

  • PT DJB Botanicals Indonesia: Ekspor perdana kratom ke Amerika Serikat senilai USD 82.125.
  • PT Kayu Alam Perkasa Raya: Ekspor plywood dan veneer ke Singapura dan India senilai USD 190.423.
  • PT Segara Timber: Ekspor plywood ke AS dan Tiongkok senilai USD 218.499.
  • PT Sumber Kalimantan Abadi: Ekspor udang ke AS senilai USD 100.170.
  • PT Multi Kusuma Cemerlang: Ekspor karet ke Sri Lanka senilai USD 125.184.

Rudy menyatakan bahwa nilai ekspor ini membuktikan bahwa UMKM Kaltim mampu berdiri sejajar dengan pelaku ekspor besar. “Ini pencapaian luar biasa,” tambahnya.

Strategi Baru Golkar: Bedah Dapil demi Perbanyak Kursi Parlemen di 2029

Mengurangi Ketergantungan pada Batu Bara

Selama Januari–Mei 2025, batu bara masih mendominasi ekspor Kaltim dengan kontribusi sebesar 71 persen. Namun, Rudy mengingatkan bahwa komoditas tambang ini tidak terbarukan dan rentan terhadap fluktuasi pasar global. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi dengan memperkuat sektor nonmigas, khususnya berbasis UMKM.

Fokus pengembangan ekspor nonmigas diberikan pada produk unggulan seperti hasil perikanan (udang beku, ikan segar, kepiting), kelautan (rumput laut), pertanian (pisang kepok, lada putih, cokelat), kehutanan (rotan, kayu olahan, kratom), serta produk industri seperti semen, pupuk, karet, amonia, dan metanol.

Program Konkret untuk Mendorong Ekspor UMKM

Langkah konkret pengembangan ekspor UMKM telah dilakukan sejak 2024. Program Export Kaltimpreneurs 2025 yang difasilitasi Bank Indonesia Kaltim berhasil membawa 78 UMKM menembus pasar internasional dengan nilai transaksi USD 2,8 juta.

“Pasarnya sudah terbuka. Tinggal kita siapkan SDM-nya: pelatihan, legalitas, kemasan, pembiayaan. Itu yang kita kawal,” tegas Rudy.

Negara tujuan ekspor nonmigas Kaltim saat ini mencakup Amerika Serikat, Tiongkok, India, Filipina, serta beberapa negara di kawasan Eropa.

Tujuh Kandidat Bersaing di Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kelayakan Jadi Penentu Pemimpin Baru

Fasilitas Export Center sebagai Simbol Keseriusan Pemerintah

Peresmian Export Center di Balikpapan disebut Rudy sebagai simbol nyata keseriusan pemerintah dalam membuka akses ekspor bagi UMKM lokal. Fasilitas ini akan menjadi pusat layanan terpadu untuk pendampingan, pelatihan, dan konsultasi ekspor.

Transformasi ekonomi menuju hilirisasi dan ekspor berbasis kerakyatan, menurut Rudy, bukan sekadar wacana. Ini adalah pekerjaan harian yang harus terus dilakukan. Karena ekonomi yang dibangun dari bawah adalah yang paling tahan terhadap guncangan global.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *