MIND ID Berupaya Meningkatkan Kualitas Industrialisasi Nasional
MIND ID, sebuah holding BUMN pertambangan, terus berkomitmen untuk mendorong hilirisasi bauksit guna meningkatkan kualitas industrialisasi nasional. Perusahaan ini memainkan peran strategis sebagai penggerak utama dalam sektor industri pertambangan di Indonesia.
Corporate Secretary MIND ID Pria Utama menyampaikan bahwa hilirisasi menjadi pedoman utama dalam setiap inisiatif strategis yang dijalankan oleh perusahaan. Bersama seluruh anggota, MIND ID berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap program hilirisasi memberikan manfaat maksimal bagi pertumbuhan ekonomi.
Salah satu bentuk hilirisasi yang sedang dilakukan adalah peningkatan nilai tambah bauksit menjadi aluminium. Dengan integrasi dalam Grup MIND ID, bauksit diolah menjadi bahan baku strategis yang mendukung agenda industrialisasi nasional.
Proses integrasi ini mencakup optimalisasi tambang bauksit, pembangunan fasilitas Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), hingga smelter aluminium. Seluruh rantai nilai tersebut memiliki potensi besar untuk menciptakan dampak ekonomi di dalam negeri.
Sebagai contoh, 1 ton bauksit yang bernilai sekitar US$40 dapat meningkat menjadi US$575 dalam bentuk alumina, dan kembali melonjak menjadi US$2.700 per ton saat telah berbentuk aluminium. Dengan memperkuat rantai pasok aluminium ini, MIND ID percaya dampaknya akan signifikan, tidak hanya bagi ekonomi nasional, tetapi juga bagi daerah-daerah yang akan menikmati pertumbuhan yang lebih merata dan berkeadilan.
Agenda Utama Pembangunan Nasional
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa hilirisasi merupakan salah satu agenda utama pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi.
Dalam prioritas Presiden Prabowo, Asta Cita, kemandirian dan ketahanan energi serta hilirisasi menjadi kunci utama di sektor batu bara. Airlangga menegaskan bahwa hilirisasi sektor minerba sangat penting untuk menopang target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun, sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Pemerintah menargetkan total investasi sebesar Rp13.000 triliun selama periode 2025–2029. Dari jumlah tersebut, proyek hilirisasi minerba diperkirakan menyumbang investasi hingga US$20 miliar.
Selain itu, pemerintah sedang mendorong pembangunan ekosistem energi baru dan terbarukan (EBT) yang mencakup panel surya, baterai kendaraan listrik (EV), serta hilirisasi silika menjadi komponen solar panel dan semikonduktor. Potensi ini diproyeksikan dapat meningkatkan ekspor Indonesia hingga US$850 miliar, serta menambah Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$236 miliar pada tahun 2040.
Kinerja MIND ID yang Menjanjikan
Di sisi lain, Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Pandu Sjahrir berharap MIND ID dapat terus meningkatkan kinerjanya, baik dari sisi omzet, profitabilitas, hingga pertumbuhan bisnis.
Menurutnya, sebagai holding BUMN yang mengelola bisnis pertambangan di Indonesia, MIND ID sudah memiliki keunggulan dari sisi sumber daya alam. Pandu menilai bagaimana teknologi bisa digunakan agar produk turunan yang dihasilkan lebih efisien dan menghasilkan lebih banyak lagi.
Danantara juga membuka peluang untuk mengakuisisi aset pertambangan yang memiliki potensi pengembangan yang menarik. Sepanjang 2024, MIND ID membukukan pendapatan sebesar Rp145,2 triliun, tumbuh 34,56% dari tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan melonjak menjadi Rp40,2 triliun, naik 46% dibandingkan dengan 2023.
Aset perusahaan meningkat menjadi Rp292,1 triliun dari Rp259,2 triliun. Sementara itu, beban pokok pendapatan naik dari Rp90 triliun menjadi Rp124,6 triliun, mengikuti ekspansi produksi dan hilirisasi di seluruh entitas anak.


Comment