Berita Business Ekonomi

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bapanas Minta Masyarakat Tidak Panik

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Hermawan di Komplek DPR RI Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).(KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU)

Gardupedia.com — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan beras premium dan medium di tingkat konsumen tetap aman dan mencukupi. Kepastian ini disampaikan menyusul langkah pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang terbukti tidak memenuhi standar mutu dan gizi di pasaran.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, menyatakan bahwa proses penarikan beras fortifikasi bermasalah di ritel-ritel modern saat ini hampir rampung dilakukan. Masyarakat diimbau untuk tidak panik karena pasokan beras jenis premium maupun medium masih melimpah, khususnya di pasar tradisional.

“Kalau dari ritel modern, hampir seluruhnya sudah ditarik. Untuk beras premium, masyarakat tidak perlu cemas karena beras premium dan medium itu masih ada di pasar tradisional,” kata Hermawan saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

Guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar serta menjaga keterjangkauan masyarakat, Bapanas telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Beras. Satgas tersebut bertugas mengawal pergerakan harga beras di lapangan agar tetap mematuhi batasan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Namanya Satgas Pengawasan Beras, baik premium maupun medium. Jadi, diperintahkan bahwa harga harus sesuai dengan HET,” ujar Hermawan.

KM Virgo Transport 8 Minta Bantuan, 2 Helikopter SAR Diterjunkan

Berdasarkan ketentuan pemerintah, HET untuk beras premium I ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram (kg), sedangkan HET beras medium II dipatok sebesar Rp13.500 per kg.

Selain pengawasan harga, Bapanas menginstruksikan Perum Bulog untuk mempercepat penyaluran beras premium dan medium ke ritel modern serta mengoptimalkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Hermawan mengungkapkan bahwa alokasi beras SPHP yang disiapkan pemerintah telah terserap hampir sepenuhnya oleh masyarakat. “Total dari beras SPHP yang dianggarkan oleh pemerintah itu terserap sudah 95 persen. Sisa 5 persen ini sedang kita salurkan,” tuturnya.

Kasus ini bermula dari inspeksi mendadak (sidak) dan pengujian sampel yang dilakukan Bapanas pada April 2026 terhadap beras fortifikasi yang mengklaim memiliki kandungan nutrisi, vitamin, dan mineral tambahan. Dari 27 merek yang diuji di laboratorium, sebanyak 25 merek terbukti tidak memenuhi standar gizi yang dipersyaratkan. Total kerugian konsumen akibat beredarnya beras fortifikasi tak sesuai standar ini diperkirakan mencapai Rp89 triliun sepanjang 2026.

Berikut daftar 25 merek beras fortifikasi yang ditarik dari peredaran:

PDI-P Sebut Ambang Batas Parlemen 5 Persen Ideal, Komarudin Ingatkan DPR Tunduk Putusan MK

  1. Idola Fortifikasi
  2. Idola High Quality Whole Grain Rice
  3. Idola Long Grain Rice
  4. Ikan Mas Cupang
  5. AAA Wijaya Kusuma
  6. Cantik Manis
  7. Penari Bangkok
  8. Topi Koki Short Grain
  9. Topi Koki Setra Royale
  10. Topi Koki Long Grain Crysta
  11. HOK-1 Gohan
  12. Maknyuss Pulen Gizi
  13. Anak Raja Fortifikasi
  14. Anak Raja Nusantara
  15. Top Anak Raja
  16. PMS Induk Ayam
  17. Sumo
  18. Rasvit
  19. FS Nutri Rice
  20. Pelikan
  21. Rice Rojolele
  22. Super Kepala Beras Premium 111
  23. 111 Golden Number
  24. Putri Koki
  25. Wellfarm Beras Diabet

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *